• (021) 75791324
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting peranannya di Indonesia. Tanaman karet berperan sebagai penyedia bahan baku industri dimana hampir seluruh bagian tanaman karet dapat dijadikan berbagai produk yang bernilai ekonomis. Bagian tersebut meliputi getah, kayu dan bahkan biji. Getah karet atau biasa dikenal sebagai lateks banyak digunakan untuk pembuatan berbagai produk karet seperti sarung tangan, kondom, dan dot bayi.

Proses pengolahan lateks akan berjalan lancar jika diiringi dengan jumlah produksi yang cukup serta kualitas lateks yang baik. Produk olahan lateks atau getah karet harus memiliki kualitas yang baik sehingga output yang dihasilkan dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada umumnya, kualitas lateks yang baik yaitu tidak terkontaminasi dengan zat asam, kontaminasi air hujan, kontaminasi tanah, dan kotoran lainnya, serta peralatan harus terjaga kebersihannya. Lateks yang baik berwarna putih dan berbau segar dan memiliki kadar karet kering 28%.


 

  

Seperti dilansir dari Businesswire, Xenco Medical, sebuah perusahaaan medis berbasis di San Diego - California, mengeluarkan produk implan tulang belakang bernama CancelleX Titanium. Implan titanium berpori CancelleX adalah implan tulang belakang yang berbahan material titanium foam yang dipasang pada suatu instrumen yang bersifat sekali pakai. Instrumentasi pemasang terbuat dari polimer komposit. Produk ini terinspirasi oleh tulang cancellous yang mana memiliki fitur porositas yang saling berhubungan pada seluruh bagian implan sehingga memiliki kemampuan untuk menyerap bahan di sekitarnya layaknya  spons. Struktur spons pada implan tulang berfungsi untuk mendukung proses vaskularisasi pada tulang dan memiliki kekuatan yang tinggi. Hal ini sejalan dengan konfrimasi pendiri dan CEO Xenco Medical, Jason Haider yang menyatakan bahwa produk ini dioptimalkan untuk penyerapan energi dan pertumbuhan tulang, mempunyai pori-pori yang saling berhubungan yang berfungsi untuk mencapai sifat mekanik seperti halnya tulang. Karena terbuat dari bahan titanium, sehingga secara alami implan memiliki kekuatan tekan yang tinggi dengan rasio kekuatan-terhadap-berat (strength-to-weight ratio), sifat biokompatibilitas tinggi, dan bahkan memiliki kemampuan untuk menghasilkan aksi kapiler melalui strukturnya. Implan tulang belakang ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi manufaktur yang canggih.


Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat besar, namun pengembangan teknologi di Indonesia dapat dikatakan lambat. Pemerintah kurang memberikan perhatian terhadap pengembangan teknologi. Akhirnya lebih banyak teknologi dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, seperti telepon pintar (smartphone), prosesor, software, hingga teknologi transportasi.

Untuk menjadi negara maju, Indonesia perlu memperhatikan aspek pengembangan teknologi. Banyak negara-negara maju di dunia karena teknologi yang dikembangkan, misalnya saja Jepang yang menguasai teknologi otomotif, Amerika Serikat yang menguasai teknologi informasi, serta Tiongkok yang menguasai teknologi elektronik. Pengembangan teknologi, khususnya teknologi tinggi seharusnya menjadi prioritas utama setelah pendidikan dasar.[1]  Pengembangan teknologi merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, menjadi kekuatan utama dalam persaingan global dan sarana mencapai kemakmuran bangsa.  Jika Indonesia ingin memodernisasi pertanian, logistik, industri, hingga pertahanan, maka yang harus dimodernisasi terlebih dahulu adalah sains dan teknologi, serta menjadikannya kekuatan produktif.  Prinsip tersebut digunakan oleh Tiongkok untuk menguasai teknologi di berbagai bidang dengan waktu yang ralatif singkat.


Melimpahnya karet alam di Indonesia ternyata tidak membuat bahan baku yang menjadi komoditas ekspor tersebut dapat diserap oleh industri dalam negeri. Salah satu produk industri hilir barang jadi karet adalah rubber air bag (karet peluncur kapal) yang digunakan oleh industri perkapalan untuk membantu proses menaikkan dan menurunkan kapal di galangan kapal. Hanya saja, selama ini rubber air bag yang digunakan di galangan kapal di Indonesia masih sepenuhnya impor baik dari sisi bahan baku maupun dari produk rubber air bag itu sendiri.

Melihat kondisi tersebut, BPPT dalam hal ini Pusat Teknologi Material (PTM) bekerja sama dengan industri karet tertantang untuk membuat produk rubber air bag yang dapat diproduksi oleh industri lokal mengingat potensi konsumsi rubber air bag yang tinggi dalam proses reparasi dan pembuatan kapal baru.


 

Karet alam merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup strategis dalam kegiatan perekonomian Indonesia. Karet alam dalam bentuk mentah (raw material) juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara di luar minyak dan gas. Sekitar 85 persen produksi karet alam Indonesia diekspor ke manca negara dan hanya sekitar 15 persen dikonsumsi di dalam negeri.Berdasarkan data dari BPS volume ekspor dengan nilai US$ 7,636 pada tahun 2012.

Produktivitas karet Indonesia sebesar 994 Kg/ha/tahun dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 1430 Kg/ha/tahun dan Thailand 1690 Kg/ha/tahun, padahal persentase perkebunan karet rakyat Indonesia masih sekitar 85 persen, sementara Malaysia 90 persen dan Thailand 99 persen. Hal ini menunjukan tingkat produktivitas karet Indonesia per satuan luas masih dibawah Malaysia dan Thailand. Namun demikian peranan karet terhadap ekspor nasional tidak dapat dianggap kecil, mengingat Indonesia merupakan produsen karet nomor dua terbesar di dunia setelah Thailand.


© 2021 Designed by Pusat Teknologi Material dan Pusat Manajemen Informasi - BPPT