Tel: (021) 75791324, Email: sekr-ptm@bppt.go.id

 

Pusat Teknologi Material menerima kunjungan dokter bedah plastik estetik dari Klinik Estetiq Pekanbaru pada Senin, 18 Februari 2019. Kunjungan yang diketuai oleh dr. Ferdinand, Sp. BP-RE ini diterima oleh Direktur Pusat Teknologi Material, Dr. Drs. Mahendra Anggaravodya, M.Si beserta seluruh personil dari kegiatan inovasi biocompatible material untuk alat kesehatan. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Gedung 224 Pusat Teknologi Material ini dalam rangka diskusi untuk penjajagan kerjasama inovasi biocompatible material untuk aplikasi bedah plastik.

Dibuka oleh Direktur Pusat Teknologi Material, sekaligus memaparkan tentang kegiatan dan fasilitas yang ada di Pusat Teknologi Material, pertemuan kemudian dilanjutkan dengan paparan kegiatan dari Kepala Program kegiatan inovasi biocompatible material untuk alat kesehatan, Dr.Ir. I Nyoman Jujur, M.Eng. Disampaikan oleh beliau bahwa pengembangan material untuk alat kesehatan di Pusat Teknologi Material ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya tingginya angka kecelakaan lalu lintas, banyaknya bencana alam di Indonesia dan meningkatnya usia harapan hidup.

“Sebenarnya apa yang kami lakukan mengacu pada kondisi di Indonesia bahwa kita tahu angka kecelakaan cukup tinggi dan korban bencana alam juga cukup tinggi sehingga memerlukan implan. Kemudian kita tahu usia harapan hidup meningkat sehingga ke depan kita tidak hanya mengembangkan implan traumatik tetapi juga implan arthoplasty”, ujar Dr.Ir. I Nyoman Jujur, M.Eng.

Faktor-faktor tersebut itulah yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan implan tulang di Indonesia, yang sebagian besar masih dipenuhi dari impor sehingga harganya sangat mahal. Selain implan SS 316L, Pusat Teknologi Material juga mengembangkan implan tulang berbasis Titanium.

“Disamping itu, kita lihat juga disini bahwa alat kesehatan kita kebanyakan masih impor, sehingga Kementerian Kesehatan mengeluarkan suatu kebijakan bagaimana membuat industri alat kesehatan. Ini dengan PP Permenkes No 17 Tahun 2017, inilah yang menjadi acuan kami, bahwa apapun yang kami kembangkan mengikuti suatu program nasional tentang pengembangan industri alat kesehatan”, tambah Dr.Ir. I Nyoman Jujur, M.Eng.

Setelah paparan, acara dilanjutkan dengan paparan dari dr. Ferdinand, Sp. BP-RE dan diskusi. Dalam pertemuan ini, dr. Ferdinand, Sp. BP-RE memberikan informasi dan masukan bahwa dalam bidang kedokteran ada dua produk yang penggunaannya sangat banyak sedangkan harganya sangat overprice di Indonesia. Produk yang dimaksud yaitu Titanium mini plate dan silicon gel sheet. Titanium mini plate banyak dipakai untuk hampir semua trauma baik di wajah, kepala, badan dan lain-lain. Oleh karena itu banyak dokter spesialis yang menggunakannya. Produk ini dinilai sangat prospektif karena untuk implan bedah nanti seluruhnya akan bergeser ke material titanium. Selain itu, desain Titanium mini plate cukup sederhana dan kebutuhan material tidak banyak karena berukuran cukup kecil. Sedangkan silicon gel sheet digunakan pada paska operasi untuk menghilangkan bekas luka.

 

(PTM-BPPT/2019)

Statistik Pengunjung

Today117
Yesterday175
This week888
This month1055
Total205969

Kontak Kami

Tel: (021) 75791324

Email: sekr-ptm@bppt.go.id

Alamat: Gedung 224, Kawasan PUSPIPTEK