• (021) 75791324
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi meluncurkan inovasi Komposit Tahan Gempa (RKTG) sebagai solusi mendukung program infrastruktur mitigasi bencana nasional. Inovasi bangunan tahan gempa yang dibangun di wilayah Kranggan ini akan digunakan sebagai posko bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan.

Ketersediaan bangunan tahan gempa menjadi suatu kebutuhan, terlebih wilayah Indonesia berada di jalur cincin api (ring of fire) yang sering terjadi gempa bumi tektonik. Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 1.926 unit rumah rusak diakibatkan oleh gempa sepanjang tahun 2020. Kerusakan bangunan juga kerap kali menjadi penyebab korban luka hingga meninggal ketika bencana gempa terjadi.

Kepala BPPT mengatakan risiko bencana gempa bumi, khususnya yang mengakibatkan kerusakan bangunan perlu diantisipasi dengan hunian atau rumah, yang didesain tahan terhadap gempa, baik secara struktur, konstruksi dan material.


 

 

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar rangkaian kegiatan Webinar menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dibuka oleh Kepala BPPT, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., pada hari Kamis-Jum'at, 4-5 Maret 2021 yang dilaksanakan secara daring dan tatap muka terbatas di Gedung BPPT Jakarta. Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT ikut berpartisipasi dalam Webinar Bidang Rekayasa Keteknikan dengan mengangkat Hasil Inovasi Teknologi Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG).

Ketersediaan bangunan tahan gempa adalah suatu kebutuhan bagi Bangsa Indonesia Indonesia yang belum memiliki standar bangunan rumah tahan gempa. Untuk itu, Inovasi Teknologi Bangunan Tahan Gempa, Tahan Api, Cepat Bangun dan Murah menjadi hal yang penting dilakukan. Untuk mempercepat pengembangan inovasi teknologi RKTG, PTM BPPT tergabung dalam Kegiatan Flagship Program Riset Nasional (PRN) 2020-2024 Bangunan Tahan Gempa, Tahan Api, Cepat Bangun, dan Murah dibawah naungan Kementerian Ristek/BRIN dengan Koordinator PRN adalah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, menyelenggarakan acara Rakernas Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi pada Rabu, 4 Maret 2021. Acara diselenggarakan secara virtual dengan mengusung 9 (sembilan) bidang fokus, diantaranya bidang energi, kesehatan dan pangan, transportasi, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, mitigasi bencana, rekayasa dan keteknikan, informasi dan elektronika serta peningkatan penggunaan produksi dalam negeri.

Dalam acara ini, Pusat Teknologi Material (PTM) berkesempatan menyampaikan paparan di bidang kesehatan dan pangan dengan mengusung salah satu kegiatan unggulannya yaitu Inovasi Teknologi Implan Tulang dan Gigi. Paparan secara langsung disampaikan oleh Direktur PTM, Dr. Ade Sholeh Hidayat, MT.

“Kegiatan ini didasari oleh adanya urgensi kenapa kegiatan inovasi teknologi implan tulang dan gigi ini perlu dilakukan, karena memang ada aturan-aturan yang mendukung di antaranya UU No. 24/2011 tentang BPJS Kesehatan. Kemudian ada Permenkes No. 17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Dan sebagai informasi, kebutuhan akan implan tulang di Indonesia sekitar 120 ribu per tahunnya dengan nilai sekitar 600 Milyar Rupiah,” ungkap Dr. Ade Sholeh Hidayat, MT membuka paparannya.

Selain implan tulang, kebutuhan implan gigi di Indonesia menurut data dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sekitar 2.500 buah per bulan dengan harga rata-rata Rp 2,5 juta. Oleh karena itu, dana yang harus dikeluarkan kurang lebih sebesar Rp 75 Milyar per tahun untuk kebutuhan implan gigi yang sepenuhnya masih impor.

“Urgensi lain, kita juga sudah ada mitra industri diantaranya  adalah PT. Zenith Allmart Precisindo dan PT. Pudak Scientific sebagai salah satu industri yang menopang ke arah komersialisasinya,” tambah beliau.

Dr. Ade Sholeh Hidayat, MT menyampaikan tujuan utama dari kegiatan inovasi teknologi implan ini yaitu diharapkan ada produk lokal yang memiliki daya saing dan ada industri dalam negeri yang bisa memproduksi implan tulang dan implan gigi sesuai standar medis.

“Harapannya ke depan bahwa produk-produk ini menjadi produk lokal yang memiliki kandungan lokal bisa 100%, dan juga bisa memberikan nilai tambah diantaranya harga yang murah serta untuk kualitas tidak kalah dengan produk impor,” ungkapnya.


Republik Indonesia baru saja merayakan hari jadinya yang ke 75 dan mengusung tema "Indonesia Maju". Beberapa hari setelahnya, BPPT sebagai salah satu lembaga negara di Republik Indonesia juga merayakan hari jadinya yang ke 42. Untuk mendukung "Indonesia Maju" yang di usung Republik Indonesia, BPPT mengusung "Membangun Ekosistem Inovasi Teknologi untuk Indonesia Maju". Selama 42 tahun berdiri BPPT sudah banyak berkontribusi untuk negeri, kontribusi paling nyata yang terakhir berhasil dilakukan BPPT adalah dalam masalah terkait Pandemi COVID-19. Untuk membantu negara mengatasi masalah COVID-19 di Indonesia, BPPT telah menghasilkan dan terus mengembangkan teknologi Ventilator, RDT iCOVID-19, Bahan Baku RDT Protein Rekombinan, Biosensor SPR, PCR Test Kit multiplex Biocov-19, Aplikasi Artificial Intelligence (KA) COVID-19 berbasis Citra medis Xray dan CT-Scan, 2 Data Whole Gnome Sequence yg diakui Global, dan Mobile Laboratory BSL-2 Next Generation.
Selain teknologi terkait masalah COVID-19, BPPT juga berperan aktif di beberapa Flagship Riset dan Inovasi Nasional melalui pengkajian dan penerapan teknologi Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS), Puna Male “Elang Hitam”, Garam Industri Terintegrasi, PLT Panas Bumi, PLTSa, PLT Biogas, Charging Station untuk KBL, Peningkatan TKDN, SPBE, Pengolahan Sampah dan Limbah, Bahan Baku Obat, Teknologi Tepat Guna Pangan dan disrupsi frontier technology masa depan.

Acara puncak ulang tahun BPPT yang ke 42 disiarkan secara langsung pada tanggal 24 Agustus 2020 di youtube BPPT dan BPPT TV.


Page 1 of 21

© 2021 Designed by Pusat Teknologi Material dan Pusat Manajemen Informasi - BPPT