Tel: (021) 75791324, Email: sekr-ptm@bppt.go.id

Pusat Unggulan Iptek (PUI) Material Medis – PTM BPPT selenggarakan workshop bertajuk “Uji Klinik Alat Kesehatan Hasil Riset dan Inovasi Dalam Negeri” pada Rabu, 2 Mei 2018 bertempat di Ruang Komisi 3 Gedung II BPPT Thamrin. Workshop ini merupakan salah satu inisiasi BPPT untuk memberikan media komunikasi intensif antar stakeholder, memberikan ruang mediasi antara para peneliti/perekayasa, praktisi, dan pihak pengguna serta memberikan sarana merumuskan berbagai masukan dan rekomendasi penting. Selain itu, penyelenggaraan workshop dimaksudkan sebagai sarana pertanggungjawaban publik atas kinerja BPPT, lembaga riset, perguruan tinggi dan industri. Adapun tema yang diangkat tersebut sejalan dengan visi dan misi pemerintah serta peran BPPT untuk mendorong mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing serta mempercepat pertumbuhan industri kesehatan nasional dengan terlaksananya komersialisasi produk hasil inovasi. Workshop ini menghadirkan para narasumber yaitu Bapak Professor Dr.drh. Deni Noviana, MSc, Direktur Eksekutif Rumah Sakit Hewan Pendidikan IPB, Bapak Dr.dr. Rahayussalim, Sp.OT, Ahli Orthopedi, FK UI dan Bapak Dr.dr. Sukamto Koesno, Sp. PD, Manager Riset RS Cipto Mangunkusumo.

“Guna mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan berbagai terobosan pengkajian dan penerapan teknologi di bidang kesehatan baik untuk kategori bahan baku obat-obat herbal, biofarmasetika dan alat kesehatan. Beberapa karya inovasi BPPT untuk bidang teknologi kesehatan tersebut perlu terus ditingkatkan dengan mempercepat tahapan komersialisasi produknya,” demikian sambutan Prof. Dr.-Eng. Eniya Listiani Dewi, B.-Eng, M.-Eng membuka workshop.

Lebih lanjut menurut Prof. Dr. Eniya, tantangan yang dihadapi pada tahapan komersialisasi ini tidaklah ringan, karena masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan baik dari aspek teknis maupun non teknis. Seperti yang telah diketahui bahwa BPPT bersama dengan PT. Zenith telah mengembangkan produk implant tulang jenis traumatik dengan merk dagang Zenmed+ dengan tingkat kandungan dalam negeri di atas 70% dan harga yang lebih murah dibanding harga pasaran. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 17 Tahun 2017, Pemerintah mentargetkan pasokan implan tulang jenis traumatik dapat dilakukan segera secara lokal. Produk dengan teknologi pengecoran ini telah mengantongi ijin edar dari Kementerian Kesehatan dan siap dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun saat ini, produk komersil ini belum beredar, masih menunggu timing yang tepat terutama untuk mengatasi hambatan dalam pemasarannya.

“Seperti kebanyakan permasalahan pada produk baru, tantangan utamanya adalah bagaimana memulai memasuki pasar yang sudah dipenuhi banyak pemain terutama yang menjual produk-produk impor. Dalam analisa terbatas yang kami lakukan, tidak sedikit ditemukan produk-produk implan tulang yang beredar tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Kita tidak punya standar untuk produk implan terutama dari sisi safety dan komposisi material, namun karena kebutuhannya sangat tinggi dan mendesak, terkadang praktisi ahli bedah juga tidak punya pilihan selain menggunakan produk yang ada sambil berharap tidak ada masalah dikemudian hari.

Dikatakan Prof. Dr.Eniya, berangkat dari keprihatinan ini, agar produk inovasi dalam negeri yang baru lahir ini dapat meraih kepercayaan tinggi dari masyarakat, maka perlu kiranya dilakukan persiapan semaksimal mungkin sebelum produk diluncurkan ke tengah-tengah masyarakat. Secara teknis, produk inovasi ini sudah melewati berbagai uji teknis dan telah memenuhi berbagai aspek teknis baik mekanik maupun biokompatibilitas sesuai standar yang ada. Namun agar lebih yakin dan menghilangkan keraguan para praktisi ahli bedah untuk menggunakan produk inovasi dalam negeri, masih dirasa perlu untuk melakukan uji terapan produk pada kondisi sebenarnya sambil memantau perkembangan hasilnya untuk menjadi feedback bagi pengembangan produk selanjutnya.

“Pada prinsipnya kami berharap agar dalam workshop ini kita bisa saling memberikan masukan sehingga mendapatkan satu pemahaman bersama tentang langkah selanjutnya bagi produk inovasi ini sebelum benar-benar diluncurkan ke tengah-tengah masyarakat,” pungkas beliau.

(PTM-BPPT: IDM; Foto: BTW; Keg: PUI)

Statistik Pengunjung

Today56
Yesterday108
This week371
This month2152
Total135854

Kontak Kami

Tel: (021) 75791324

Email: sekr-ptm@bppt.go.id

Alamat: Gedung 224, Kawasan PUSPIPTEK