Tel: (021) 75791324, Email: sekr-ptm@bppt.go.id

Dalam Rangka Kongres Teknologi Nasional 2018, Pusat Teknologi Material – BPPT menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Tantangan dan Peluang Inovasi Teknologi Material untuk Meningkatkan Daya Saing Menuju Kemandirian Bangsa”, pada Rabu, 18 April 2018 di Ruang Komisi, Gedung BPPT II Jl. MH. Thamrin. Acara ini merupakan rangkaian FGD kedua melanjutkan FGD pertama yang diselenggarakan 14 April lalu. Menghadirkan 11 narasumber dari berbagai institusi dan industri, FGD akan fokus membahas potensi pemanfaatan sumber daya alam untuk menunjang pengembangan material industri dan peran inovasi teknologi material dalam mendukung pengembangan industri, menyambung FGD sebelumnya. Secara pararel, FGD ini dibagi menjadi 2 (dua) FGD dengan bahasan utama yang diusung yaitu Sumber Daya Alam dan Inovasi.

“Lemahnya kemandirian bangsa kita akibat keterbatasan penguasaan teknologi dalam mengolah SDA menjadi bahan baku industri, membawa dampak konstrain ketergantungan impor bahan baku industri. Untuk mengatasi bottleneck penguasaan teknologi pengolahan ini, maka diperlukan penggalian masalah dan mencari alternatif solusi teknologi yang dituangkan dalam bentuk outlook teknologi material,” ujar Prof. Eniya Listiani Dewi selaku Deputi Kepala Bidang TIEM dalam sambutanya saat membuka acara.

Secara umum, FGD dimaksudkan untuk menyiapkan bahan masukan kebijakan teknologi secara mikro dan makro kepada pemerintah untuk perumusan kebijakan teknologi material dalam rangka mendukung pelaksanaan program Nawacita. Lebih khusus, FGD dengan topik Sumber Daya Alam diselenggarakan untuk membuat proyeksi kebutuhan teknologi material berbasis sumber daya alam hingga tahun 2035. Diharapkan dari FGD ini menghasilkan rekomendasi yang dapat dipakai oleh para pemangku kepentingan untuk menuju ke arah peningkatan daya saing industri dan kemandirian bangsa. Sementara itu, FGD Inovasi menyasar identifikasi potensi dan permasalahan inovasi teknologi material dalam mendukung industri andalan menurut RIPIN. FGD ini bertujuan untuk membuat proyeksi kebutuhan teknologi material dan kebijakan serta strategi peningkatan TKDN untuk industri andalan nasional. Dimana saat ini Indonesia memasuki era Revolusi Industri 4.0, sehingga diperlukan kebijakan dan strategi nasional untuk membawa industri andalan era tersebut.

“Dari hasil FGD sebelumnya, kami telah memfokuskan pada 6 sektor industri prioritas untuk melihat secara objektif urgensi pengembangan teknologi material untuk melakukan substitusi impor, pengolahan sumber daya alam dan inovasi produk. Dari hasil kajian awal, dominan ditemukan permasalahan pada teknik pemrosesan material, penyediaan material permesinan dan komponen, pengembangan produk baru, dan masalah standarisasi atau sertifikasi produk. Hal ini sejatinya merupakan dampak dari belum berkembangnya inovasi yang mendukung penguatan Perekonomian Nasional,” ujar Prof. Eniya Listiani Dewi.

Menurut Prof. Eniya, inovasi sebagai implementasi nyata atau pengembangan dari suatu invensi atau gabungan dari beberapa invensi pada produk atau proses yang memberikan nilai tambah dan kemanfaatan ekonomi dan/atau sosial memerlukan sinergi dan dukungan stakeholder terkait baik dari lembaga IPTEK, kementerian teknis, dan industri. Secara teknis, ruang lingkup inovasi sangat luas yang meliputi penguatan daya saing industri melalui reformasi teknologi, pengembangan industri baru melalui rekayasa teknologi, dan pengembangan teknologi produksi yang memperhatikan lingkungan.

 

“Untuk itu, perlu dikaji bagaimana kebijakan atau insentif dari pemerintah dapat menggairahkan proses hilirisasi hasil riset ke dunia industri, kesiapan infrastruktur untuk standarisasi dan sertifikasi produk, serta komponen-komponen lain yang mendukung terbangunnya ekosistem inovasi terutama dibidang teknologi material”, tambah beliau.

 

Dari industri, hadir narasumber dari PT. Chandra Asri, PT. Pertamina, PT. Aneka Tambang, PT. Dirgantara Indonesia. Dari Kementerian, narasumber dari Kementerian Perindustrian (Direktorat Industri Kimia Hilir dan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika), Kementerian Pertanian. Sementara dari akademisi, dihadirkan narasumber dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.

 

“Besar harapan kami agar sekiranya masukan-masukan yang berharga dari narasumber dapat dikaji lebih mendalam sehingga tujuan penyelenggaraan FGD dapat tercapai dengan sebaik-baiknya,” pungkas Prof. Eniya menutup sambutannya.

 

(PTM-BPPT: IDM; Foto: DAS , Keg: KTN)

Statistik Pengunjung

Today73
Yesterday136
This week1002
This month2306
Total143667

Kontak Kami

Tel: (021) 75791324

Email: sekr-ptm@bppt.go.id

Alamat: Gedung 224, Kawasan PUSPIPTEK