Perkenalkan Rumah Untuk Tanggap Bencana, Tim Rumah Komposit Kunjungi BPBD Bogor

Tim dari Kegiatan Rumah Komposit mengadakan kunjungan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bogor pada Rabu, 17 Mei 2017. Kunjungan ini dipimpin oleh Dr. Ir. Nandang Suhendra, M.Sc selaku Kepala Program dan turut serta anggota tim yaitu Ir. Syah Johan Ali Nasiri,M.Sc.,Phd, Ir. Seto Roseno, B.Eng, M.Sc dan Ir. Muslim Efendi Harahap, M.Sc,MBA. Tim yang diwakili oleh Dr. Ir. Nandang Suhendra, M.Sc memperkenalkan produk rumah komposit dan keunggulannya. Pihak BPDP Bogor menyambut baik produk yang dikembangkan oleh BPPT tersebut, namun masih diperlukan data-data teknis.

 

“BPPT mempunyai produk rumah ringan dan bersifat knock down. Produk kami mudah dikemas dan ditransportasi. Selain itu juga dilengkapi dengan panel surya”, disampaikan oleh Dr. Ir. Nandang Suhendra, M.Sc dalam pertemuan tersebut.

Dijelaskan oleh Ganjar Kurniawan dari BPDP Bogor, bahwa hubungan antara BNPB Pusat dan BPBD hanya sebatas koordinasi. Di BPDP Jawa Barat sendiri terdapat 27 BPDP seperti halnya di Garut dan Tasikmalaya yang rawan bencana. Dalam penanganan bencana terdapat 3 (tiga) tahapan kegiatan antara lain pra-bencana atau mitigasi bencana, darurat dan paska bencana.

“Jika terjadi bencana, Pemda memberikan subsidi untuk sewa rumah selama 3 (tiga) bulan sebesar Rp 750.000 per bulan. Pada saat ini lah waktu paling cocok untuk mengajukan anggaran kegiatan” ungkap Ganjar Kurniawan.

Saat ini untuk rumah tanggap bencana dikenal dengan nama Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Rumah hasil litbang KemenPUPR dengan ukuran 3x4 meter ini telah dilakukan sosialisasi di Bogor. Akan tetapi, RISHA dinilai masih cukup berat.

Dalam kunjungan tersebut, telah disepakati beberapa antara lain; BPPT  akan membuat 2-3 unit rumah contoh hibah dari komposit berukuran 2x3 meter yang akan ditempatkan di beberapa lokasi. Rumah ini nantinya dapat digunakan sementara selama 6 bulan sebelum tinggal di rumah permanen. Setelah itu, rumah komposit dapat dibongkar kembali dan disimpan digudang. Dalam hal ini, masyarakat akan dipersilahkan untuk turut serta mengevaluasi. Sebagai tindak lanjut, BPBP Bogor akan memberikan rekomendasi atau testiminasi untuk tanggap bencana. Disepakati juga bahwa BPDP Bogor akan mencari lokasi penempatan rumah komposit tersebut serta menyampaikan perkiraan konsep rumah serta fasilitasnya.

 

(PTM-BPPT:IDM; Foto: Dok. Pribadi)