Sosialisasi Potensi Kerjasama BPPT-POLRI

Biro Hukum, Kerjasama dan Humas (HKH)-BPPT menyelenggarakan acara Sosialisasi Potensi Kerjasama BPPT-PLRI pada Selasa, 26 September 2017 di Ruang Komisi Utama, Gedung BPPT Thamrin. Acara ini merupakan kelanjutan dari MoU antara BPPT-POLRI yang ditandatangani langsung oleh Kepala BPPT dan Kapolri pada HUT BPPT akhir Agustus lalu. Dalam sambutannya, Ardi Matutu selaku Kabiro HKH menyebutkan ada 4 (empat) hal yang menjadi fokus kerjasama antara lain cyber crime, kendaraan taktis, drone dan mobil hybrid. Pusat Teknologi Material (PTM)-BPPT mengirimkan perwakilan untuk turut hadir dalam acara tersebut.

"Keempat fokus tersebutlah yang disampaikan Bapak Kapolri saat penandatanganan nota kesepahaman dengan BPPT. Bahkan beliau meminta agar cepat dilanjutkan dengan adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS). Karena itu, kami segera merancang acara ini agar PKS dapat cepat terealisasi," terang Ardi.

Uji Bearing Capacity Rubber Air Bag, Hasil Uji Lampaui Standar ISO 14409:2011

Rubber air bag hasil inovasi Pusat Teknologi Material (PTM)-BPPT dan PT. Samudra Luas Paramacitra (PT. SLP) telah dilakukan uji bearing capacity pada Jumat, 29 September 2017. Pengujian dilakukan di fasilitas uji PT. SLP Cirebon dengan dipimpin langsung oleh Mahendra Anggaravidya selaku Koordinator Program Kegiatan Rubber Air Bag. Uji bearing capacity ini bertujuan untuk menghitung kemampuan atau kekuatan rubber air bag dalam menahan bobot kapal dan merupakan salah satu persyaratan dalam 'ISO 14409:2011 - Ships and Marine Technology -- Ship Launching Airbags'.

Uji bearing capacity dilakukan dengan meletakan benda uji pada meja tekan dan dipompa sampai tekanan 0.6 barr. Nilai tekanan ini akan berbeda-beda sesuai ketentuan dalam ISO 14409:2011. Kemudian benda uji ditekan hingga mengalami deformasi hingga 70%. Kondisi deformasi ditahan hingga 5 menit, lalu perlahan-lahan tekanan terhadap rubber airbag dikurangi. Setelah itu, dihitung bearing capacity pada kondisi deformasi 70%.

Rapat Kerja PUI Material Medis, Asep Riswoko Sampaikan Strategi Hilirisasi Produk Hasil Inovasi

Pembangunan daya saing nasional harus didukung dengan penerapan inovasi diberbagai bidang. Salah satunya adalah inovasi teknologi di sektor kesehatan. Pusat Unggulan Iptek Material Medis (PUI MM) BPPT, saat ini tengah mengembangkan strategi hilirisasi produk hasil inovasi teknologi material medis guna mendukung layanan kesehatan yang prima di seluruh pelosok tanah air.

“Menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan menjadi tugas bersama seluruh komponen bangsa agar terwujud masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. Tiga komponen yang harus disiapkan pemerintah agar menjamin layanan kesehatan yang optimal adalah ketersediaan obat, alat kesehatan dan tenaga medis. Untuk itu, BPPT melalui Pusat Unggulan Iptek Material Medis berupaya memberikan kontribusi inovasi teknologi dibidang material alat kesehatan agar bisa diterapkan oleh industri lokal guna memasok kebutuhan alat kesehatan secara mandiri”, demikian disampaikan Asep Riswoko, Direktur Pusat Teknologi Material BPPT, dalam membuka acara dan memberikan penjelasan mengenai strategi hilirisasi produk hasil inovasi teknologi dalam rapat kerja PUI MM tanggal 19 September 2017 di gedung PTM, Puspiptek, Tangsel.

Kunjungan ke Pusat Teknologi Material, Prodi Desain Produk Industri Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Tertarik dengan Rumah Komposit

Pusat Teknologi Material menerima kunjungan dari Universitas Pembangunan (UPJ) Program Studi Desain Produk Industri pada Jum’at, 15 September 2017. Kunjungan UPJ ini dipimpin oleh Teddy M. Darajat, S.Sn., M.Ds selaku Ketua Program Studi dengan diikuti oleh beberapa orang mahasiswa dan staf dosen. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mendekatkan para mahasiswa dengan instansi yang berkaitan dengan riset serta untuk mengetahui sampai seberapa jauh Indonesia memiliki kemampuan dan kekuatan yang bisa difungsikan keilmuwannya untuk dijadikan produk. Hal ini sejalan dengan salah satu misi Program Studi Desain Produk Industri UPJ yaitu membangun budaya riset di bidang desain produk dengan pendekatan urban lifestyle dan urban development yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Secara khusus dalam kunjungan tersebut, mereka ingin melihat secara lebih dekat rumah komposit hasil inovasi Pusat Teknologi Material.

Acara “Prospect of Indonesia - Iran Nanotechnology Collaboration Talkshow & Business Matchmaking” : Pentingnya Kolaborasi di Riset Nanoteknologi

 

Pada tahun 2030 kekuatan ekonomi dunia diperkirakan akan bertumpu pada penggunaan teknologi. Negara-negara dengan perkembangan teknologi yang pesat akan menguasai perekonomian dunia, sedangkan negara-negara yang tidak berkembang teknologinya dipastikan akan tertinggal. Di Indonesia sendiri, masih banyak sekali tantangan yang dihadapi dalam pengembangan dan penerapan teknologi. Pengembangan teknologi termasuk nanoteknologi masih terdapat jurang perbedaan yang cukup besar antara negara-negara maju dan berkembang. Salah satu cara untuk memperkecil jurang perbedaan tersebut adalah melalui kerjasama antar negara dalam bidang teknologi. Demikian seperti yang disampaikan oleh Dyah Wihari Pujiwati selaku Staf Ahli Menteri Bidang Sumber Daya dan Energi, Kementerian Perindustrian (Kemenperian) dalam sambutannya pada acara “Prospect of Indonesia-Iran Nanotechnology Collaboration Talkshow & Business Matchmaking” di Kemenperian,  Jakarta pada 29 August 2017. Pusat Teknologi Material turut serta dalam acara ini dengan mengirimkan 4 (empat) orang perwakilan sebagai tindak lanjut kunjungan delegasi Nanotechnology Task Force Team, Iran Nanotecnology Initiative Council (INIC) ke Laboratorium Pusat Teknologi Material – BPPT pada April lalu.

More Articles ...

Page 1 of 13