Kembangkan Bahan Lampu LED, PTM Manfaatkan Logam Tanah Jarang Lokal

 

Kebutuhan akan lampu hemat energi di Indonesia dari tahun ke tahun kian bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran akan lingkungan dan semakin tingginya tarif dasar listrik. Menurut Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, kebutuhan akan lampu hemat energi berkisar 320 juta unit lampu pertahun. Namun, industri dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 70 juta unit saja sehingga ada defisit sekitar 250 juta unit. Dengan demikian, ada sekitar 250 juta unit lampu hemat energi yang harus diimpor. Salah satu lampu hemat energi  tersebut adalah LED (Light Emitting Diode). Pertumbuhan pemakaian LED pun tiap tahun semakin meningkat. Menurut Asosiasi Perlampuan Indonesia (Aperlindo), pemakaian LED tahun 2015 sekitar 80 juta unit lampu. Angka ini naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan industri lampu LED perlu ditingkatkan dengan salah satu caranya yaitu meningkatkan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Menurut ketua Aperlindo, John Manopo, tingkat TKDN masih sekitar 20-30%. Oleh karena itu, Pusat Material mencoba membuat dan mengembangkan posfor kuning yang merupakan salah satu komponen penyusun chip LED yang digunakan untuk merangkai lampu LED.

Pembuatan Mini Pilot Plant Teknologi Produksi Nanomaterial Serium Dioksida (CeO2)

 

Salah satu sasaran kegiatan dan indikator kinerja kegiatan (output) dari kegiatan “Inovasi Teknologi Nanomaterial Logam Tanah Jarang” adalah pilot plant nanomaterial logam tanah jarang serium dioksida (CeO2). Dalam rangka mencapai sasaran tersebut, hingga triwulan III (tiga) ini telah dilakukan beberapa kegiatan. Kegiatan diawali dengan pengerjaan Basic Engineering Design (BED) yang diterjemahkan dari kegiatan sintesa nanomaterial serium dioksida (CeO2) yang dilakukan di Laboratorium Teknologi Material PTM-BPPT. Dari kegiatan BED yang dilakukan, telah dilakukan perhitungan mass balance proses pembutan nanomaterial serium dioksida (CeO2) kapasitas produksi 5 kg dan telah dibuat Process Flow Diagram (PFD) Proses Produksi Nanomaterial SeriumDioksida (CeO2) skala pilot plant. Adapun PFD mini pilot plant seperti yang terlihat pada diagram berikut:

Kunjungan NACE International ke Pusat Teknologi Material

Dalam rangkaian lawatannya ke Indonesia, NACE (National Association of Corrosion Engineers) International berkunjung ke Pusat Teknologi Material, Kawasan Puspiptek Tangerang Selatan. Kunjungan yang dilakukan beberapa waktu yang lalu (Kamis, 10 Agustus 2017), diwakili Teresa Wright selaku Global Operation Manager dan didampingi oleh Mario Simanjuntak dari United States Commercial Service. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Ir. Dwi Budiyanto, Dr. Hanif Yuliani dan Ir. Seto Roseno, M.Sc mewakili Pusat Teknologi Material.

Half Day Seminar on Biocompatible Material, PTM Undang Peneliti dari Université Laval, Kanada

Pusat Teknologi Material (PTM-BPPT) menyelenggarakan Half Day Seminar bertemakan “Biocompatible Materials” pada Rabu, 16 Agustus 2017 dengan narasumber Dr. Ir. Hendra Hermawan dari Université Laval, Kanada. Bertempat di Ruang Rapat Besar Gedung 224 Kawasan Puspiptek Tangerang Selatan, seminar dibuka oleh Ir. Agustanhakri, M.Eng selaku Kabag Program dan Anggaran mewakili Direktur Pusat Teknologi Material yang berhalangan hadir. Acara yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan Iptek (PUI) Material Medis-Puat Teknologi Material bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM dan menambah pengetahuan di bidang biocompatible material terutama biomaterial untuk ortopedi.

Rubber Air Bag Inovasi PTM-BPPT dan Mitra Industri Ditampilkan Di Puncak Hakteknas 2017

Dalam rangka memeriahkan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-22 Tahun 2017, tim PTM-BPPT dari Kegiatan Inovasi Rubber Air Bag tiba di Makasar sejak Senin, 07 Agustus 2017 untuk melakukan persiapan pembuatan booth dan koordinasi dengan PT. Industri Kapal Indonesia (PT. IKI) dalam  penyusunan letak model Rubber Air Bag dan posisi kapal fiber milik PT. IKI. Tim PTM-BPPT juga didukung secara penuh oleh tim dari mitra industri PT. Samudera Luas Paramacitra (PT. SLP) yang dipimpin langsung oleh Bapak Martinus Limansubroto selaku Direktur Utama.

More Articles ...

Page 1 of 10